Banyak orang sedang bergumul dengan masalah keminderan ini. Dalam Alkitab pun terdapat beberapa contoh orang yang minder dan saya akan membahas satu tokoh saja, yaitu Musa. Musa adalah seorang Israel yang dihanyutkan ke sungai karena saat itu ada perintah untuk membunuh anak-anak laki-laki dari Bangsa Israel (Keluaran 1:22). Konten dari Pengguna. Terdapat banyak dalil yang menjelaskan mengenai alasan mengapa kita tidak boleh sombong. Salah satunya adalah karena sifat sombong merupakan sifat yang tidak disukai Allah dan menyebabkan iblis dikeluarkan dari surga. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Araf ayat 13 yang artinya: 1. Mengabaikan Hal Kecil. Orang yang sombong itu biasanya suka mengabaikan atau menganggap enteng orang-orang kecil dan masalah-masalah kecil. Padahal kadang kala orang kecil atau hal-hal kecil tersebut sering menjadi penentu keberhasilan atau jadi penentu terhindar dari musibah yang besar. 2. Kesombongan adalah salah satu dosa yang memiliki akibat yang sangat menghancurkan. Banyak masalah dalam hidup kita merupakan hasil dari kesombongan dalam hidup kita, tapi terlalu banyak orang yang gagal untuk menyadari hal ini. Mereka menjadi begitu sombong atas hal-hal baik yang telah diberikan Allah kepada mereka – pekerjaan, harta Alkitab pun juga sudah mencatat berkali-kali tentang renungan Kristen tentang kesombongan tokoh Alkitab yang menuai kehancuran dari sifat mereka tersebut. Allah tidak menyukai orang yang tinggi hati. Ketika kita merasa sombong, pada saat yang sama kita sedang menyamakan diri dengan Allah. Lukas, penulis kitab ini, rupanya sangat terkesan dengan keteladanan hidup Stefanus. Beberapa kali penyebutan namanya diikuti dengan sebutan yang luar biasa. Misalnya, “seorang yang penuh iman dan Roh Kudus” (6:5), “yang penuh dengan karunia dan kuasa” (6:8), serta di dalam kisah akhir hidupnya disebut “penuh dengan Roh Kudus” (7:55). zUIp.

tokoh alkitab yang sombong